Loading...

KARENA PENASARAN, POLISI AKHIRNYA MENGETES ILMU DIMAS KANJENG YANG BISA MENGGANDAKAN UANG. DAN HASILNYA TERNYATA..?

Sponsored Links
.
Loading...

Tertangkap dan makin mencuatnya sosok Dimas Kanjeng Patuh Pribadi pasti jadi rasa penasaran di grup orang-orang. Benarkah Dimas Kanjeng bisa melipat-gandakan duit seperti yang tampak di YouTube? Bagaimana langkah ia keluarkan uang lembaran seratus ribu itu dalam jumlah yang demikian banyak dari belakang jubahnya?

Rasa kepenasaran itu juga jadi satu di antara argumen penyidik Polda Jawa timur untuk memohon Dimas Kanjeng mempraktikkan kebolehan gaibnya itu. Setelah dimintai hal semacam itu, nyatanya ia tidak bisa melakukannya.

“Ternyata tak dapat. Alasannya butuh waktu setahun untuk mengeluarkan duit, ” ucap Irjen Pol Anton Setiadji sebagai Kapolda Jawa timur, seperti di ambil dari Jawa Pos, Selasa (27/9/2016).


Sampai dengan fakta itu, pihak polisi bakal memperkarakan tindak penipuan terkecuali masalah pembunuhan sebagai awal ditangkapnya Dimas Kanjeng. Pihak kepolisian juga mempersilakan pada orang-orang yang terasa telah jadi korban penipuan Dimas Kanjeng untuk segera bikin laporan. Memang terlebih dulu pernah ada yang buat laporan penipuan atas aksi Dimas Kanjeng, namun lalu korban langsung menarik laporannya.

“Mungkin mereka malu, ” tutur Anton. Kapolda itu juga mengungkap bila permasalahan Dimas Kanjeng ini yaitu masalah yang besar dan melibatkan banyak tokoh. Bahkan triliunan rupiah dikuasainya. Dari pembicaraan kepolisian juga tersingkap bila Padepokan Dimas Kanjeng yang ada di Desa Wangkal Kecamatan Gading Kabupaten probolinggo Jawa timur itu ada satu bungker diisi uang yang demikian banyak.

Hingga saat ini polisi tak berani bertindak pada duit itu dan cuma berikanlah batas garis polisi saja. Polisi ke depannya akan bekerja berbarengan dengan Bank Indonesia untuk pelajari keaslian duit itu. “Karena mereka (BI) yang tahu apakah duit itu palsu atau tak, ” ucapnya.

Berdasarkan pada hasil pemeriksaan itu di ketahui bila duit itu dikumpulkan dari beragam penjuru tanah air oleh sebagian pengikutnya seperti dari Sulawesi, Sumatera, Kalimantan dan pulau Jawa. Di setiap daerah juga seolah ada yang mengkoordinasi untuk mencari pengikut sebanyak­banyaknya.

“Bu Najemiah dari Makassar itu menyetor 150 miliar sampai 200 miliar, ” ungkap Anton yang menyatakan bila saat ini wanita itu sudah meninggal sebelum terima uang yang ingin digandakannya.

Saat ini telah ada dua orang yang bikin laporan terkait penipuan Dimas Kanjeng dan pihak kepolisian meminta supaya korban yang lain juga turut melapor manfaat menjerat pemimpin Padepokan itu dalam pasal penipuan.

Sumber : kabarmakkah. com
Sumber:http://www.kabar-gembira.com/2016/09/karena-penasaran-polisi-akhirnya.html
Sponsored Links
Loading...
SHARE

admin

admin.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
loading...
    Blogger Comment
    Facebook Comment
Loading...